Klinik SIG Dasar Batch 10

“Membangun Kompetensi Geospasial di Universitas Terbuka”

Tangerang Selatan, 16 Februari 2025 – Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Terbuka sukses menyelenggarakan Klinik SIG Dasar Batch 10 yang berlangsung selama dua akhir pekan, yakni pada 8-9 dan 15-16 Februari 2025. Pelatihan ini berfokus pada pemetaan digital dan pengoperasian perangkat lunak ArcGIS Pro Level Dasar, dengan tujuan membekali peserta keterampilan praktis dalam analisis spasial dan pengelolaan data geospasial.

Klinik SIG yang diselenggarakan pada 16 Februari 2024 diawali dengan sesi pengenalan alat geoprocessing yang dipandu oleh Huda Ismahendra. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai alat penting dalam GIS seperti Clip, Merge, dan Union untuk pengolahan data spasial. Selain itu, mereka mendapatkan wawasan tentang persiapan data sebelum analisis serta teknik pemotongan dan penggabungan data menggunakan ArcGIS Pro. Sesi ini dilanjutkan dengan materi tentang penyederhanaan data menggunakan ArcGIS Pro, yang memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai pengelolaan atribut dan penyederhanaan informasi spasial. Sebagai contoh, peserta diajarkan cara menyederhanakan data administratif dari tingkat desa ke kecamatan menggunakan kode wilayah sebagai acuan.

Pada sesi berikutnya, fasilitator memandu peserta dalam praktik tata letak peta menggunakan ArcGIS Pro. Peserta belajar menyesuaikan simbolisasi, mengatur skala peta, serta menambahkan elemen penting seperti bingkai, garis grid, dan label teks. Diskusi mengenai tantangan dalam kustomisasi peta juga menjadi bagian dari sesi ini, termasuk penyesuaian legenda, penyusunan elemen, dan ekspor peta untuk keperluan presentasi.

Lebih dari sekadar pemahaman teknis, Klinik SIG Dasar Batch 10 juga menyoroti peran GIS dalam perencanaan wilayah dan kota. Dalam sesi yang dipandu oleh Bapak Dr. Sodikin, peserta mempelajari bagaimana teknologi GIS dapat dimanfaatkan dalam perencanaan tata ruang dan analisis lingkungan. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah digitalisasi data analog menjadi format vektor, yang memungkinkan informasi spasial dapat digunakan lebih efektif dalam analisis perencanaan.

Sebagai bagian dari penutupan, peserta diberikan tantangan untuk menghitung luas penggunaan lahan di lokasi studi masing-masing serta membuat peta jaringan jalan sesuai dengan standar simbolisasi. Tugas ini harus dikumpulkan melalui platform Microsoft Form sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikat Klinik SIG Dasar Batch 10. Selain itu, panitia mengumumkan rencana penyelenggaraan uji kompetensi dalam waktu dekat bekerja sama dengan LSP Geospasial, serta pelatihan lanjutan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam analisis spasial tingkat lanjut. Program studi PWK juga akan membuka klinik karil bagi mahasiswa yang ingin mengeksplorasi lebih jauh potensi GIS dalam dunia industri.

Dengan berakhirnya sesi ini, diharapkan seluruh peserta dapat menerapkan keterampilan yang telah diperoleh dalam studi dan karir mereka. Klinik SIG Dasar Batch 10 telah menjadi langkah awal dalam membangun komunitas geospasial yang lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan di era digital.

© Fakultas Sains dan Teknologi - UT