Mahasiswa PWK UT Ikuti International Student Exchange di UNISEL Malaysia

Mahasiswa PWK UT Ikuti International Student Exchange di UNISEL Malaysia, Perluas Wawasan Perencanaan Kota di Tingkat Global

12 Juli 2026 Dipublish oleh: Mahdy Eka Putra

UNIVERSITAS TERBUKA – Kesempatan belajar di luar negeri menjadi pengalaman berharga bagi Krendy La Abdillah, mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Terbuka (UT). Selama satu bulan, 8 Juni hingga 7 Juli 2026, Krendy mengikuti International Student Exchange/Mobility EQUITY 2025/2026 di Universiti Selangor (UNISEL), Malaysia.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya Universitas Terbuka dalam memperluas pengalaman internasional mahasiswa sekaligus mendukung langkah UT menuju World Class University. Program ini juga mendapat dukungan afirmasi pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Krendy menjadi salah satu mahasiswa UT yang terpilih mengikuti program tersebut bersama peserta dari berbagai disiplin ilmu. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti kegiatan akademik, pengembangan kepemimpinan, pengabdian masyarakat, hingga pertukaran budaya bersama mahasiswa UNISEL dan peserta internasional lainnya.

Detail Kegiatan Exchange
Program Student Mobility EQUITY
Lokasi UNISEL, Malaysia
Durasi 8 Juni – 7 Juli 2026
Delegasi PWK UT Krendy La Abdillah

Belajar Perencanaan Kota dari Perspektif Lintas Disiplin

Selama berada di UNISEL, Krendy mengikuti sejumlah mata kuliah melalui skema sit-in class bersama dosen dan mahasiswa setempat. Beberapa di antaranya adalah Visual Communication, Human Personality and Team Building, Environmental Management, Computer Application for Industry, Fundamental of Agriculture, Statistical Quality Control, Entrepreneurship, dan Introduction to Law.

Berbagai mata kuliah tersebut memberikan perspektif baru yang relevan dengan bidang PWK. Krendy memperoleh wawasan mengenai pengembangan wilayah dan perkotaan di Malaysia, termasuk pemanfaatan ekonomi kreatif, pariwisata pendidikan, kawasan industri, serta pendekatan sistemik dalam pengembangan infrastruktur perkotaan.

Kegiatan Akademik di UNISEL
Kegiatan akademik dan kolaborasi bersama mahasiswa UNISEL serta peserta internasional.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika peserta melakukan kunjungan lapangan ke Shah Alam. Dari lokasi yang sama, peserta dari berbagai disiplin ilmu melihat kota melalui perspektif masing-masing. Krendy, misalnya, mengamati pola jaringan jalan dan ruang terbuka hijau, sementara peserta dari bidang Manajemen melihat aspek pengelolaan pusat perbelanjaan dan peserta dari bidang Pertanian mengamati potensi urban farming di kawasan pinggiran kota.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa persoalan perkotaan tidak dapat dilihat hanya dari satu disiplin ilmu. Kolaborasi lintas bidang justru dapat menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif dalam membaca dan merencanakan sebuah kota.

Krendy juga mendapatkan pemahaman mengenai sistem hukum perkotaan dan mekanisme pengendalian pemanfaatan ruang di Malaysia. Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pembelajaran komparatif yang sulit diperoleh hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.

Mengenal Tata Ruang dan Kehidupan Perkotaan Malaysia Secara Langsung

Selain kegiatan akademik, program mobilitas ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal perkembangan kota dan kehidupan masyarakat Malaysia secara langsung.

Peserta mengunjungi sejumlah lokasi di Shah Alam dan Kuala Lumpur untuk mengamati tata ruang kota serta sistem transportasi publik. Mereka juga mengunjungi Perpustakaan Raja Tun Uda, yang mengintegrasikan teknologi smart RFID dengan desain bangunan bertingkat, serta sejumlah kawasan yang memiliki nilai sejarah dan ekonomi kreatif seperti Dataran Merdeka dan Central Market.

Kegiatan lainnya adalah Workshop Future Leader, yang mengajak peserta mengenal gagasan Malaysia Madani melalui simulasi diplomasi multilateral. Sementara itu, kegiatan Jubah Walk bersama Majlis Perwakilan Pelajar UNISEL menjadi ruang interaksi mahasiswa lintas negara melalui kegiatan budaya dan permainan tradisional seperti congkak dan batu seremban.

Pengalaman internasional tersebut tidak hanya memperkaya pengetahuan akademik, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi, adaptasi, kerja sama, dan pemahaman lintas budaya.

Dari Pertukaran Budaya hingga Pengabdian Masyarakat

Semangat pertukaran budaya juga menjadi bagian penting dalam program ini. Dalam kegiatan Cultural Presentation, Krendy bersama tim memperkenalkan kekayaan sosial dan budaya Solo dan Yogyakarta kepada peserta dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Cina, dan Timor-Leste.

Para peserta juga mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat di Kampung Bestari Jaya. Dalam kegiatan tersebut, mereka turut menyalurkan bantuan kepada penerima manfaat berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sekaligus berpartisipasi dalam upaya memperbaiki estetika lingkungan sekitar.

Di luar agenda utama, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan bersama international buddies, olahraga, serta kegiatan kebersamaan lainnya. Interaksi tersebut membuat pengalaman mobilitas internasional tidak hanya menjadi perjalanan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun persahabatan dan jejaring internasional.

Mengajak Mahasiswa PWK Berani Mengambil Kesempatan Internasional

Bagi Krendy, pengalaman mengikuti program mobilitas internasional memberikan pelajaran bahwa ilmu PWK tidak cukup hanya dipahami melalui teori dan literatur. Pengamatan langsung terhadap kota, interaksi dengan masyarakat, serta perbandingan sistem perencanaan antarnegara menjadi bagian penting dalam memahami kompleksitas persoalan perkotaan.

Ia pun mengajak mahasiswa PWK UT lainnya untuk tidak ragu mengambil kesempatan mengikuti program internasional yang tersedia.

“Saya ingin mengajak teman-teman mahasiswa PWK yang masih aktif untuk berani mengambil kesempatan seperti ini. Jangan sampai kita hanya berkutat dengan teori di ruang kelas, padahal ada begitu banyak wawasan yang cuma bisa didapat dengan turun langsung ke lapangan, bertemu orang-orang baru, dan melihat cara kerja tata ruang di negara lain. Program-program UT ke depan ini kesempatan besar, jangan disia-siakan,” ujar Krendy.

Pengalaman Krendy menjadi contoh bahwa program mobilitas internasional dapat menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman langsung di lapangan. Bagi mahasiswa PWK, pengalaman tersebut sekaligus menjadi bekal untuk memahami praktik perencanaan wilayah dan kota dalam perspektif yang lebih luas serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan perkotaan yang semakin kompleks di tingkat global.

Melalui kesempatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya membawa pulang pengalaman belajar di negara lain, tetapi juga membawa perspektif baru yang dapat dibagikan kembali kepada sivitas akademika Universitas Terbuka dan lingkungan sekitarnya.

Foto Bersama Peserta Exchange
Kunjungan lapangan dan interaksi langsung dengan lingkungan urban di Malaysia.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat
Foto kebersamaan peserta International Student Exchange.
© Fakultas Sains dan Teknologi - UT