Mahasiswa PWK Universitas Terbuka Perkuat Kolaborasi dan Wawasan Perencanaan Berkelanjutan melalui FORKOM IMPI 2026
Mataram, 24 Mei 2026 – Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Terbuka melalui Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (HMPWK) Universitas Terbuka berpartisipasi dalam Forum Komunikasi (FORKOM) Ikatan Mahasiswa Perencanaan Indonesia (IMPI) Koordinator Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diselenggarakan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 22–24 Mei 2026. Dalam kegiatan ini, HMPWK Universitas Terbuka diwakili oleh Murtisari Andriani, mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota dari Universitas Terbuka Malang. Kehadiran perwakilan Universitas Terbuka dalam forum ini menjadi bentuk partisipasi aktif mahasiswa dalam memperkuat jejaring, bertukar gagasan, serta membangun kolaborasi untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan wilayah dan kota yang berkelanjutan.
Mengusung tema “From Tourism Planning to Green Action: Growing Sustainable Villages Together”, FORKOM IMPI 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan yang memadukan diskusi akademik, pengabdian masyarakat, serta pembelajaran lapangan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami bagaimana konsep perencanaan pariwisata berkelanjutan dapat diterapkan secara nyata dalam mendukung pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.
Pada hari pertama, peserta mengikuti seminar dan forum diskusi yang membahas peluang serta tantangan pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi ruang bertukar pengalaman antar mahasiswa PWK dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jawa Timur, Bali, dan NTB dalam merumuskan gagasan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengabdian masyarakat di Desa Bonjeruk, Kabupaten Lombok Tengah, yang dikenal sebagai salah satu desa wisata berbasis potensi lokal di Nusa Tenggara Barat. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemaparan mengenai potensi desa wisata, strategi pengembangan kawasan, serta berbagai produk olahan berbasis hasil bumi lokal yang telah dikembangkan oleh masyarakat. Sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami secara langsung praktik pengelolaan desa wisata berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai produk olahan pangan yang berasal dari komoditas unggulan desa sebagai bentuk pengembangan ekonomi kreatif masyarakat. Kegiatan ini memberikan wawasan mengenai bagaimana potensi lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu mendukung keberlanjutan ekonomi desa sekaligus memperkuat identitas kawasan wisata.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan sektor pertanian desa, peserta turut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman bibit jeruk bersama masyarakat setempat. Kegiatan tersebut menjadi simbol kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga sumber daya lokal serta mendukung pengembangan desa wisata yang berkelanjutan.
Selain itu, peserta mengikuti workshop pembuatan Sate Kuncung, salah satu kuliner khas Desa Bonjeruk yang menjadi daya tarik wisata lokal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengembangan produk unggulan desa sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian budaya lokal, dan penguatan identitas kawasan wisata.
Rangkaian FORKOM IMPI 2026 kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, salah satu destinasi pariwisata prioritas nasional yang menjadi contoh pengembangan kawasan terpadu di Indonesia. Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh gambaran secara langsung mengenai proses perencanaan, pembangunan infrastruktur, dan pengelolaan kawasan wisata yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Peserta juga berkesempatan mengunjungi Pertamina Mandalika International Circuit sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata unggulan nasional. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa dapat mengamati keterkaitan antara pengembangan pariwisata, penyediaan infrastruktur, aksesibilitas kawasan, serta peran perencanaan wilayah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing kawasan.
Partisipasi HMPWK Universitas Terbuka dalam FORKOM IMPI 2026 menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang perencanaan wilayah dan kota. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan akademik dan pengalaman lapangan, tetapi juga memperluas jejaring profesional serta meningkatkan kapasitas kolaborasi dalam mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
Melalui keikutsertaan Murtisari Andriani sebagai perwakilan HMPWK Universitas Terbuka, diharapkan semakin terjalin hubungan yang erat antara mahasiswa PWK dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia serta tercipta peluang kolaborasi yang dapat mendukung pengembangan kapasitas calon perencana masa depan.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Terbuka terus mendorong mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai forum ilmiah, kegiatan pengabdian masyarakat, dan kolaborasi antarperguruan tinggi sebagai bagian dari pembentukan calon perencana yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Dokumentasi Kegiatan

